Asbabun Nuzul Surat Al Kafirun

Sebab turunnya Surat al-Kafirun atau asbabun nuzul Surat al-Kafirun menjadi prinsip dasar penerapan toleransi antarumat beragama yang diajarkan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam

Berikut riwayat asbabun nuzul Surat al-Kafirun dari beberapa sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam .

Dalam riwayat asbabun nuzul surat Surat al-Kafirun disebutkan, ketika berdakwah menyebarkan agama Islam,

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pernah mendapatkan godaan berupa harta, tahta, dan wanita dari kaum kafir Quraisy.

Godaan tersebut disertai dengan berbagai macam persyaratan yang bertentangan dengan akidah Islam.

Peristiwa yang melatar belakangi terjadinya asbabun nuzul Surat al-Kafirun terjadi ketika Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam masih menyebarkan agama Islam di Mekkah.

Cerita tentang asbabun nuzul Surat al-Kafirun terdapat tiga versi periwayatan dari para sahabat nabi.

Ketiga versi asbabun nuzul Surat al-Kafirun tersebut ialah:

1. Asbabun nuzul Surat al-Kafirun diriwayatkan oleh At-Thabrani dan Ibnu Hatim, bersumber dari Ibnu Abbas

Asbabun nuzul Surat al-Kafirun yang diceritakan dalam riwayat ini menyebutkan, kaum kafir Quraisy berusaha keras menghentikan dakwah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dengan berbagai upaya.

Di antaranya dengan menawarkan status sebagai orang paling kaya di Mekah, serta dinikahkan dengan wanita cantik yang diinginkan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam .

Dalam asbabun nuzul Surat al-Kafirun yang bersumber dari Ibnu Abbas tersebut, kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam , “Hai Muhammad, kami menyediakan ini semua untukmu, tetapi syaratnya kamu tidak boleh memaki dan menjelekkan Tuhan kami,” ucap salah seorang kafir Quraisy.

Rupanya kaum kafir Quraisy tidak hanya mengajukan satu syarat, dalam riwayat asbabun nuzul Surat al-Kafirun ini juga menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam harus menyembah Tuhan kaum kafir Quraisy selama satu tahun.

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan jawaban, “Aku menunggu wahyu dari Tuhanku”.

Peristiwa itulah yang menjadi asbabun nuzul Surat al-Kafirun, sebagai jawaban Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam atas tawaran yang diajukan oleh kaum kafir Quraisy.

2. Asbabun nuzul Surat al-Kafirun diriwayatkan oleh Abdurrazaq bersumber dari Ibnu Mundzir

Dalam riwayat lain, cerita tentang asbabun nuzul Surat al-Kafirun tidak jauh berbeda dengan riwayat sebelumnya.

Kaum kafir Quraisy mengiming-imingi Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menyembah Tuhan mereka dengan berbagai macam cara.

Dalam asbabun nuzul Surat al-Kafirun versi kedua ini kaum kafir Quraisy berkata:

“Apabila engkau mengikuti kami menyembah Tuhan kami selama satu tahun, maka kami akan mengikuti agamamu dalam kurun waktu satu tahun pula”.

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak lantas memberikan jawaban karena masih menunggu wahyu yang turun dari Allah.

3. Asbabun nuzul Surat al-Kafirun diriwayatkan oleh Ibnu Hatim bersumber dari Said bin Mina

Asbabun nuzul Surat al-Kafirun dalam riwayat ini, Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diiming-imingi dengan kekuasaan serta pengikut.

Suatu ketika Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berjumpa dengan beberapa tokoh kafir Quraisy, Al Walid bin Almughirah, al ‘Ashi bin Wa’il, al Aswad bin al Muthalib dan Umayyah bin Khalaf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *